Industri telekomunikasi Indonesia telah berkembang pesat, didorong oleh harga smartphone yang terjangkau dan meluasnya jaringan 4G/5G. Sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja, dengan pertumbuhan yang dipicu oleh pergeseran layanan dari suara ke data dan aplikasi over-the-top (OTT). Namun, tantangan seperti persaingan harga antar operator yang ketat dan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang rendah masih ada.
Pertumbuhan dan kontribusi ekonomi
- Kontribusi terhadap PDB: Sektor informasi dan komunikasi memiliki laju pertumbuhan tertinggi kedua setelah sektor kesehatan pada tahun 2021 dan menyumbang 4,41% dari total PDB Indonesia.
- Penyerapan tenaga kerja: Pada tahun 2021, sektor ini menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja, meningkat dari tahun sebelumnya.
- Peningkatan pendapatan pajak: Penerimaan pajak dari sektor ini juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Faktor pendorong pertumbuhan
- Harga smartphone terjangkau: Harga ponsel pintar yang semakin murah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.
Ekspansi jaringan:
Luasnya jangkauan jaringan 4G LTE dan ekspansi 5G ke wilayah pedesaan dan kota kecil turut mempercepat pertumbuhan.
Peningkatan akses internet:
Sebanyak 72,78% penduduk Indonesia telah mengakses internet di tahun 2024, yang sebagian besar melalui smartphone.
Pergeseran ke layanan data:
Konsumen beralih dari layanan suara ke layanan data dan aplikasi OTT seperti Pay TV, yang menjadi motor utama pertumbuhan.
Tantangan yang dihadapi
- Persaingan harga: Jumlah operator yang terlalu banyak menyebabkan persaingan harga yang ketat, sehingga menekan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU).
- Penurunan ARPU : Porsi ARPU terhadap PDB di Indonesia berada dalam tren penurunan selama sepuluh tahun terakhir.
Prospek ke depan
- Layanan data menjadi dominan: Layanan data diprediksi akan terus menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi.
Inovasi teknologi:
Tren teknologi seperti IoT (Internet of Things), cloud, dan AI (Artificial Intelligence) akan mendorong transformasi digital lebih lanjut.
Konsolidasi industri:
Pemerintah mendorong konsolidasi melalui merger operator untuk memperkuat industri, seperti yang terjadi pada merger XL dan Smartfren.